Seperti apa jadwal bentrok di mata kampus?
Gejalanya muncul di empat tempat sekaligus. Mahasiswa satu rombel tidak bisa mengambil dua kelas wajibnya. Satu dosen tercatat di dua ruang pada jam yang sama.
Dua gejala lain lebih senyap. Kuota kelas melebihi kapasitas ruangnya, sehingga kursi kurang begitu kelasnya penuh. Jumlah jam kuliah tidak sama dengan SKS, sehingga tatap muka kurang sepanjang semester.
Kenapa bentrok lolos dari pemeriksaan biasa?
Jadwal biasanya disusun satu kelas demi satu kelas. Setiap kelas tampak benar bila dilihat sendirian.
Bentrok baru terlihat bila beberapa kelas dibaca bersama. Kelas paralel A sampai H memang berjalan di jam yang sama, jadi daftar per semester saja penuh dengan tumpukan yang wajar. Dosen yang mengajar di prodi lain, dan ruang yang dipakai prodi lain, tidak tampak di daftar prodi Anda sendiri.
Baca jadwal dari tiga sudut
Setiap sudut menjawab satu pertanyaan. Per semester dan kelas: dapatkah satu rombel menghadiri semuanya? Per ruang: adakah dua kelas di satu ruangan? Per dosen: adakah dosen yang harus berada di dua tempat?
Bacalah dalam tampilan kalender, bukan daftar. Di kalender, dua kelas yang beririsan tampak berdampingan, dan tinggi blok menunjukkan lama kuliah. Di Gamelan, ini Pengajaran > Finalisasi Pengajaran dengan pilihan Lihat per untuk ketiga sudut itu.
Hitung jam terhadap SKS, dan kuota terhadap ruang
Dua pemeriksaan ini hitungan sederhana. Keduanya tetap sering terlewat karena tidak menimbulkan bentrok yang terlihat.
Jumlah jam yang kurang berarti tatap muka kurang di setiap minggu. Kuota yang melebihi kapasitas baru terasa saat kelas penuh. Periksa keduanya saat jadwal disusun, ketika memindahkan kelas masih murah.
Hitung beban dosen saat kelas dibuat
Dosen yang terlalu banyak kelas cenderung menjadi sumber bentrok. Beban yang dihitung sesudah SK terbit sudah terlambat untuk dibagi ulang.
Pakai batas beban mengajar yang ditetapkan kampus Anda, dan hitung lintas prodi. Di Gamelan, baris Beban SKS di Pengajaran > Mata Kuliah menghitungnya saat dosen dipilih, dan menolak penyimpanan yang melewati batas.
Finalkan hanya kelas yang bersih
Finalisasi yang menyapu seluruh prodi membuat satu bentrok merusak jadwal yang sudah benar. Lebih aman memilah per kelas.
Kelas yang lolos pemeriksaan disalin ke jadwal final. Kelas yang bentrok dilewati, dan jadwal final lamanya tetap berlaku sampai bentroknya selesai. Kelas yang diubah sesudah final perlu difinalkan lagi, jadi jalankan finalisasi setiap kali jadwal berubah.
Catatan
Jadwal final menjadi dasar KRS, jurnal kehadiran, dan SK mengajar. Bentrok yang lolos ke sana lebih mahal dibereskan daripada di tahap penyusunan.
Daftar periksa sebelum KRS dibuka
- Setiap kelas sudah punya dosen dan jadwal.
- Setiap rombel bisa menghadiri semua kelas wajibnya.
- Tidak ada ruangan yang dipakai dua kelas pada jam yang sama.
- Tidak ada dosen yang mengajar dua kelas pada jam yang sama, termasuk di prodi lain.
- Jumlah jam setiap kelas sama dengan SKS-nya.
- Kuota setiap kelas muat di ruangannya.
- Beban setiap dosen ada di dalam batas kampus.
- Semua kelas yang bersih sudah difinalkan.