Catatan
Permendiktisaintek 39/2025 Pasal 68 ayat (2) meminta evaluasi pemenuhan standar dilakukan berkala lewat pemantauan, evaluasi diri, audit mutu internal, asesmen, dan/atau cara lain yang ditetapkan perguruan tinggi. EDOM tidak disebut namanya; cara membacanya ditetapkan kampus sendiri.
Kenapa dosen tidak percaya angka EDOM?
Keluhannya biasanya sama: skor naik turun tanpa sebab yang jelas, dan komentar terasa tidak mewakili kelas.
Sebagian besar keluhan itu berasal dari cara angka dibaca, bukan dari instrumennya. Skor kelas kecil, isian formalitas, dan perbandingan yang tidak setara membuat angka yang sah tampak acak.
Batas band juga perlu bisa dijelaskan. Rentang rerata Likert 1 sampai 5 dibagi lima kelas selebar 0,8, lalu dikali 20, menghasilkan batas 84, 68, 52, dan 36. Karena rerata terendah adalah 1, skor terendah yang mungkin 20, bukan 0; batas seperti itu bisa dipertanggungjawabkan, bukan dipilih karena terasa pas.
Lima responden belum cukup untuk satu angka
Kelas dengan sedikit responden menghasilkan skor yang mudah bergeser oleh satu jawaban.
Pada kelas berisi empat responden, satu mahasiswa yang kesal dapat menurunkan skor hampir satu band. Kelas kecil juga membuka identitas pengisi, karena dosen bisa menebak siapa yang menulis komentar tertentu.
Tetapkan batas minimal, misalnya lima responden, di bawahnya skor dan komentar tidak ditampilkan; sebutkan saja jumlah respondennya. Di Gamelan, kelas di bawah lima responden tampil sebagai Responden < 5 tanpa skor dan band.
Jawaban yang sama di semua butir
Isian yang sama persis dari butir pertama sampai terakhir adalah tanda pengisian formalitas.
Gejala ini muncul terutama bila EDOM diwajibkan, misalnya nilai ditahan sampai evaluasi diisi. Kewajiban menaikkan tingkat respons, tetapi bisa menurunkan mutu jawaban: mahasiswa yang hanya ingin nilainya terbuka bisa memilih jawaban yang sama untuk semua butir.
Laporkan persentase isian seragam di samping skor, dan bacalah skor bersama komentarnya. Angka respons yang tinggi belum tentu berarti umpan balik yang tinggi.
Tingkat respons ikut menentukan
Skor dari kelas yang hanya separuh mahasiswanya mengisi belum tentu mewakili seluruh kelas.
Mahasiswa yang mengisi bisa berbeda dari yang tidak mengisi, misalnya lebih puas atau lebih kecewa. Karena itu, tampilkan tingkat respons di sebelah setiap skor, dan beri tanda pada unit yang responsnya di bawah setengah. Pembaca lalu tahu skor mana yang perlu dibaca hati-hati.
Apakah dosen yang murah nilai mendapat skor tinggi?
Pertanyaan ini wajar, karena mahasiswa menilai dosen sesudah tahu nilainya sendiri.
Ujilah dengan data kampus Anda: bandingkan skor kelas dengan rata-rata nilai mutu kelas yang sama. Bila keduanya ternyata bergerak searah, itu bukan bukti sebab-akibat, tetapi cukup untuk menahan diri dari membaca skor tinggi sebagai mutu mengajar semata.
Kapan dosen boleh melihat hasilnya
Mahasiswa sering khawatir penilaian jujur akan memengaruhi nilainya.
Kekhawatiran itu hilang bila hasil EDOM baru terbuka bagi dosen setelah masa input nilai periode itu berakhir. Aturan ini juga melindungi dosen dari godaan membaca umpan balik sebelum menuntaskan penilaian. Unit mutu tetap boleh membaca lebih awal, karena tugasnya memang mengawasi.
Tuliskan aturan ini dalam pedoman EDOM kampus supaya berlaku sama di setiap periode.
Bandingkan di dalam prodi, bukan lintas prodi
Skor persepsi mahasiswa dipengaruhi hal di luar mutu mengajar, seperti bidang ilmu dan ukuran kelas.
Karena itu, peringkat dosen lintas prodi tidak adil. Bandingkan dosen di dalam prodinya, atau bandingkan seorang dosen dengan dirinya sendiri dari periode ke periode.
Jadikan EDOM satu masukan di antara beberapa, bukan dasar tunggal keputusan kepegawaian. Tujuan utamanya adalah perbaikan pembelajaran dan pembinaan.
Daftar periksa sebelum membagikan hasil EDOM
- Kelas di bawah batas minimal responden tidak menampilkan skor maupun komentar.
- Persentase isian seragam dilaporkan di samping skor.
- Hasil terbuka bagi dosen hanya setelah masa input nilai berakhir.
- Perbandingan hanya di dalam prodi atau terhadap periode sebelumnya.
- Komentar tidak pernah ditampilkan bersama identitas mahasiswa.
- Aturan baca ini ditetapkan tertulis dalam dokumen SPMI kampus.